Cara Mencegah Penyusup di Video Meeting

logo huawei

Video konferensi Zoom mulai melejit dibanyak kalangan sejak masa pandemi Covid-19. Banyak yang menggunakan aplikasi ini sebagai sarana komunikasi saat work from home atau pembelajaran jarak jauh.

Namun beberapa pengguna melaporkan, ada penyusup yang masuk di tengah-tengah acara konferensi atau rapat virtual. Penyusup biasanya melakukan hal-hal yang melenceng jauh dari acara utama sehingga membuat kekacauan. Tidak jarang mereka menebar ancaman, memutar video asusila, atau menebar ujaran kebencian.

Untuk mengatasi kejadian semacam ini saat rapat berlangsung, dilansir security intelligence, Anda perlu melakukan cara dibawah ini:

1. Menangguhkan rapat

Ini memungkinkan tuan rumah dan rekan untuk menangguhkan fungsi rapat, termasuk video, audio, obrolan dalam rapat, dan ruang breakout. Jika mereka memilih opsi itu, platform Zoom akan menanyakan peserta apakah mereka ingin mengeluarkan pengguna yang melakukan Zoombombing dari rapat dan membagikan detail apa pun, termasuk tangkapan layar.

Ini bisa digunakan untuk menghapus orang tersebut dari panggilan dan memberi tahu tim Kepercayaan & Keamanan Zoom. Pada saat itu, tuan rumah dan rekannya juga dapat melanjutkan rapat dengan mengaktifkan kembali fungsi satu per satu.

2. Melaporkan peserta yang mengganggu

Hal ini memungkinkan pengguna—tidak hanya tuan rumah dan rekannya, tapi siapapun yang ada dalam rapat—untuk melaporkan perilaku mengganggu seperti Zoombombing dari dalam klien Zoom menggunakan lencana “Keamanan”. Yang perlu dilakukan oleh semua pemilik akun dan admin adalah mengaktifkan pelaporan untuk non-host di setelan web mereka.

3. At-Risk Meeting Notifier

Untuk melengkapi langkah di atas, bisa menggunakan fitur At-Risk Meeting Notifier. Fitur ini memindai postingan media sosial dan situs web lain untuk tautan pertemuan Zoom yang dibagikan secara publik.

Jika menemukan tautan yang berisiko terganggu oleh Zoombombing, alat tersebut akan memberi tahu pemilik akun dan memberikan panduan untuk langkah selanjutnya. Langkah tersebut dapat melibatkan pembatalan dan penjadwalan ulang rapat menggunakan ID rapat yang berbeda.

Selain itu, upayakan untuk menerapkan pembaruan aplikasi secara berkelanjutan. Pertimbangkan untuk menguji fitur baru saat pengembang aplikasi menyediakannya. Pada saat yang sama, organisasi dan pengguna dapat mengambil langkah khusus untuk meminimalkan ancaman Zoombombing.(kl)