Data Center di Bawah Tekanan Untuk Penuhi Permintaan

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Penyedia layanan Internet melaporkan pertumbuhan yang mengejutkan selama beberapa dekade terakhir. Talktalk melihat adanya peningkatan lalu lintas internet sebesar 500% dalam 7 tahun terakhir sejak 2009.

Seperti dilansir dari cryptodaily, para pengguna internet masih berharap dan membutuhkan lebih banyak internet dengan konsumsi data yang melonjak 22% setahun. Saat ini kita telah 20 tahun memasuki milenium internet, tetapi bagi sebagian orang, internet tetap lambat, dan mahal.

Rata-rata pengguna internet rumah tangga sekarang memiliki lebih dari 7 perangkat yang terhubung ke internet. Statista melaporkan bahwa pada tahun 2020 akan ada 6,58 perangkat perorangan yang terhubung secara global.

Dengan 7,5 miliar populasi global, maka itu artinya ada 50 miliar perangkat. Permintaan memang tumbuh secara eksponensial seperti yang diharapkan dan dengan infrastruktur saat ini dibangun di atas tambal sulam kawat tembaga, serat, dan satelit, permintaan telah melampaui pertumbuhan.

Sumber Cisco

Banyak orang yang menginginkan lebih banyak koneksi internet dan penyimpanan cloud. Saat ini pengguna computer sudah tidak lagi menggunakan floppy disk, CD ROM atau bahkan hard drive eksternal untuk menyimpan data mereka.

Saat ini data menjadi semakin berat, berharga, dan dipercayakan ke data center besar yang terpusat. Dengan adanya semua permintaan ini, data center banyak yang tidak dapat mengatasinya. Pengguna tidak dapat mengakses data mereka dengan efisiensi simultan.

Pikirkan data center seperti parkir mobil dengan semua orang berusaha datang dan pergi melalui jalan kecil, maka dengan cepat akan terjadi kemacetan lalu lintas data. Lalu lintas data seluler tumbuh 71% pada tahun 2017, yang berarti orang terus-menerus membutuhkan bandwidth dan data di mana pun mereka berada.

Perusahaan data seperti Google, Microsoft, dan Amazon sekarang mereplikasi data mereka di data center di seluruh dunia yang merutekan permintaan pengguna ke hub terdekat. Sayangnya, ini hanya memperburuk masalah permintaan. Sinkronisasi pusat data besar ini menghabiskan lebih banyak bandwidth daripada semua lalu lintas internet publik.

Pada tahun 2020 semua orang harus memiliki kesempatan yang sama ke akses internet untuk pendidikan, komunikasi dan informasi. Dengan cara mendistribusikan ulang cara menyimpan data adalah cara yang dapat membuat internet menjadi lebih menguntungkan bagi semua orang.

Menggunakan penyedia server otonom yang dimiliki secara kolektif yang dapat digunakan di mana saja dapat mendistribusikan kekuatan lebih jauh dari data center. Tidak sulit melihat manfaat dari mendistribusikan kembali internet untuk keuntungan semua orang. Pengembang dan bisnis yang menginginkan alternatif berkelanjutan yang hemat biaya untuk penyedia cloud terpusat sudah melihat manfaat dari solusi desentralisasi baru.