Huawei: Pengganti Aplikasi Google Sudah Siap Tahun Ini

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei, telah menjadi berita utama sepanjang tahun, karena telah membuat perangkat-perangkat yang cukup hebat, tetapi juga ada larangan dari Amerika terhadap Huawei untuk berbisnis di negara Paman Sam itu. Bahkan Google juga telah menghapus akses Huawei ke layanan eksklusifnya, sehingga ponsel Huawei terbaru hadir tanpa aplikasi penting milik Google seperti Gmail, YouTube, dan Play Store.

Seperti dilansir dari Phone Arena, walaupun ada tekanan seperti itu, nampaknya tidak berdampak pada penjualan perangkat ponsel Huawei. Sampai dengan akhir tahun ini penjualan diantisipasi lebih dari 230 juta handset, naik dari jumlah penjualan di tahun 2018 yang mencapai 207 juta unit. Tetapi ini bukanlah satu-satunya rencana Huawei untuk akhir tahun ini.

Menurut salah satu eksekutif Huawei yang diwawancarai oleh Economic Times, perusahaan asal Tiongkok itu berencana untuk meluncurkan Huawei Media Services (HMS), aplikasi layanan yang akan menggantikan layanan Google, pada akhir tahun 2019 ini. Jadi waktu yang tersisa sudah kurang dari sepuluh hari.

“Kami memiliki layanan aplikasi (HMS) sendiri dan sedang berusaha membangun ekosistem seluler kami sendiri. Jadi sebagian besar aplikasi utama seperti navigasi, pembayaran, permainan, dan pengiriman pesan akan siap pada akhir Desember tahun ini,” jelasnya seperti dikutip dari Economic Times.

Selain layanan utaman, Huawei juga berencana untuk memastikan 150 aplikasi teratas yang ada di pasar saat ini akan tersedia di toko aplikasi milik mereka. Jika mereka berhasil memenuhi tujuan ambisius ini, itu berarti lebih dari sekadar penjualan yang lebih sukses. Bisa jadi ini akan menjadi lanskap awal yang berbeda dari Android.

Ini memang terlihat sangat mengejutkan melihat Huawei dapat menyelesaikan tugasnya yang sangat besar dalam jangka waktu yang singkat. Walaupun mereka belum benar-benar membuktikan bahwa mereka telah melakukan apa yang mereka katakan, tetapi ada sejumlah variabel yang berpihak pada Huawei.

Variabel pertama sumber daya yang dimiliki oleh Huawei yang cukup besar. Perusahaan ini telah memperlihatkan kesediaannya untuk mengambil banyak risiko pada proses transisi ini, sehingga tentunya pengembangan perangkat lunak akan didukung oleh Huawei dengan cara terbaik.

Variable selanjutnya adalah pasar terbesar Huawei yaitu Tiongkok dan akan selalu, dimana layanan Google tidak pernah menjadi yang pilihan pertama para pengguna ponsel lokal yang akan memilih layanan domestic sebagai alternatif. Faktanya, adanya gagasan Android tanpa Google jauh lebih asing di pasar Cina.

Variabel terakhir adalah sifat open-source dari Android yang inheren ada di pihak Huawei. Meskipun Android dan Google mungkin tidak dapat dipisahkan secara historis, tapi itu hanya di sisi resmi. Banyak orang sudah menjauhkan diri mereka dari layanan Google karena masalah privasi atau alasan lain.(hh)