Jokowi ke Silicon Valley, Bahas Soal Kebijakan baru?

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Presiden Joko Widodo dipastikan akan mengunjungi pusat teknologi AS di Silicon Valley  Kunjungan ke kawasan teknologi tersebut dijadwalkan setelah Presiden menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-AS (ASEAN-US Summit).

Kunjungan Presiden Jokowi ke Silicon Valley ini dibenarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dalam jadwal acara yang dibagikan oleh Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail Cawidu pun memang ada informasi soal kunjungan tersebut.

Dalam jadwal tersebut, Presiden Jokowi akan bertemu dengan diaspora asal Indonesia, serta CEO dari Facebook, Google, dan Twitter. Topik penting yang diagendakan dalam kunjungan ini adalah perkembangan industri e-commerce khususnya di Indonesia.

Bahas Kebijakan baru

Menurut Menkominfo Rudiantara yang juga akan menemani Presiden Jokowi, di sana selain akan memperkenalkan roadmap e-commerce untuk mengajak Google, dan yang lainnya ikut berkontribusi, ada agenda lain yang memang ada hubungannya dengan Netflix.

“Karena saya sudah umumkan kebijakan PSE, penyelenggara sistem elektronik. Kemarin kan ributnya soal Netflix, tapi Google juga bersubjek kepada PSE itu karena harus ada level playing field,” jelas Rudiantara seperti dikutip dari detikINET.

Dalam kunjungannya bersama orang nomor satu Indonesia tersebut, Menteri yang biasa disapa Chief RA ini akan menjelaskan kebijakan baru dari pemerintah soal PSE tersebut dimana mereka harus berbadan usaha tetap (BUT) di Indonesia.

“Dalam kebijakan ini semua harus equal level playing field, karena kasihan juga dengan yang perusahaan nasional. Maret kebijakannya sudah keluar, bisa dalam satu payung hukum Peraturan Menteri,” ungkapnya.

Chief RA pun menjelaskan bahwa definisi dari perusahaan PSE itu bisa yang bersifat transaksi dan non-transaksi. Meskipun Peraturan Menteri ini nantinya akan dikeluarkan oleh Kominfo, namun kementerian lain juga bisa ikut menggunakan.

“Kebijakan umumnya (Peraturan Menteri) bisa satu saja, bahwa itu BUT. Tapi keputusannya bisa sama menteri-menteri yang lain seperti film oleh Pak Anis (Mendikbud), atau BUT dengan Menteri Keuangan. Kita bikin sederhana saja agar mereka gampang investasi di Indonesia,” jelasnya.

“Kita akan datangi satu-satu (ke Google, Facebook, Twitter, dan Plug & Play) untuk memperkenalkan PSE bahwa semua harus BUT di sini (Indonesia),” lanjut Chief RA.

Perkenalkan Indonesia Sebagai Calon Penguasa Ekonomi Digital di ASEAN

Presiden Jokowi dalam kunjungannya tersebut menurut Rudiantara, akan memperkenalkan Indonesia sebagai calon penguasa bisnis ekonomi digital di ASEAN. Langkah Jokowi tersebut didasari dengan selesainya roadmap e-commerce beberapa waktu lalu. Melalui roadmap ini, pemerintah Indonesia menargetkan industri perdagangan secara online akan menghasilkan nilai bisnis yang mencapai USD 130 miliar di tahun 2020 mendatang.

“Kami ingin para pemain teknologi dunia seperti Google, Facebook, Twitter, dan inkubator di Silicon Valley ikut ambil bagian dalam visi kami membangun ekonomi digital di Indonesia,” papar Rudiantara. [MFHP]