Penjualan IPhone Tidak Terkena Dampak Koronavirus

logo huawei

Apple Inc (AAPL.O) pada hari Selasa melaporkan adanya peningkatan penjualan dan keuntungan untuk kuartal akhir tahun 2019. Selain berkat meningkatnya penjualan iPhone, peningkatan keuntungan itu karena melonjaknya permintaan untuk aksesoris seperti headphone nirkabel AirPods.

Seperti dilansir dari Reuters, dengan adanya wabah koronavirus di Tiongkok menimbulkan kekhawatiran terhadap pasar utama dan pusat produksi Apple di Tiongkok, sehingga diduga adanya sedikit penurunan pendapatan dari bisnisnya termasuk penawaran streaming TV + Apple baru.

Sementara itu pemasok Apple di Tiongkok Foxconn menyatakan bahwa mereka telah memberikan konfirmasi bahwa kami memiliki langkah-langkah untuk memastikan terus dapat memenuhi kewajiban mereka sebagai manufaktur global.

Foxcon juga menambahkan bahwa pabrik-pabrik mereka di Tiongkok tengah mengikuti jadwal libur yang ditetapkan dan akan beroperasi kembali ketika semua perusahaan mulai menerapkan jam operasional standard.

Tim Cook menjelaskan bahwa Apple memiliki pemasok di wilayah Wuhan yang merupakan pusat wabah, tetapi mereka juga memiliki alternatif. Pabrik-pabrik di luar wilayah Wuhan tidak akan dibuka sampai 10 Februari, tetapi dengan adanya penundaan tersebut telah diperhiungkan oleh Apple.

Selain adanya penutupan pabrik, Apple juga telah menutup satu toko di Tiongkok, tujuannya adalah untuk mengurangi jam kerja di toko karena berkurangnya jumlah pejalan kaki. Toko-toko pihak ketiga yang menjual produk Apple juga banyak yang ditutup.

Jumlah pengguna aktif iPhone, komputer, dan perangkat lain yang dimiliki oleh Apple, telah tumbuh dari 100 juta menjadi lebih dari 1,5 miliar pada tahun 2019. Para eksekutif di Apple telah menetapkan target baru yaitu 600 juta pelanggan berbayar untuk musik, TV, game, dan layanan lainnya pada akhir kalender 2020.

Harga saham Apple naik lebih dari dua kali lipat sejak Tim Cook memperingatkan setahun yang lalu bahwa perusahaan itu kemungkinan akan kehilangan target keuangan untuk kuartal penjualan terbesarnya dari tahun fiskal 2019. Pada tahun itu, Apple memotong harga di Tiongkok, salah satu pasar terpentingnya, untuk menggiatkan kembali penjualan di sana.(hh)