Sekarang Presiden Bisa Kirim Pesan ke Siapa Saja

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Badan Manajemen Darurat Federal (Federal Emergency Management Agency) sedang melakukan ujia coba sistem “peringatan kepresidenan” baru secara nasional untuk pertama kalinya minggu depan. Dengan sistem peringatan ini, maka Donald Trump bisa langsung mengirimkan pesan kepada siapa saja di Amerika yang memiliki ponsel.

Namun, para pejabat bersikeras bahwa sistem tidak boleh digunakan untuk tujuan politik. FEMA (Federal Emergency Management Agency) juga meyakinkan semua orang bahwa sistem peringatan tersebut tidak dapat melacak lokasi pengguna ponsel. Tidak seorang pemilik ponsel pun dapat memilih untuk tidak menerima peringatan dari presiden.

Uji coba sistem Peringatan Darurat Nirkabel ini sedang dilakukan oleh FEMA berkoordinasi dengan Komisi Komunikasi Federal, hal ini disampaikan oleh FEMA dalam sebuah pernyataan yang dipasang di situs webnya.

“Dalam uji coba minggu depan, semua orang akan menerima pesan teks berupa ‘Peringatan Presiden’,” kata FEMA.

Para pengguna yang penyedia layanannya berpartisipasi dalam uji coba tersebut dan ponselnya berada dalam jangkauan BTS akan terlebih dahulu mendengar nada dan getaran dua kali. Setiap orang kemudian akan menerima pesan dalam bahasa Inggris: “Ini adalah uji Sistem Peringatan Darurat Nirkabel Nasional. Tidak ada tindakan yang diperlukan.”

Lebih dari 100 operator seluler akan berpartisipasi dalam uji coba yang akan dilakukan pada pukul 2:18 malam. Waktu Bagian Timur pada 20 September 2018.

Selain itu, peringatan darurat juga akan terus tersedia di NOAA Radio Cuaca, siaran berita, Sistem Peringatan Darurat pada program radio serta TV dan melalui sirine di luar ruangan.

Dua menit setelah uji coba WEA, FEMA juga akan menguji peringatan nasional tentang Sistem Siaga Darurat, yang mirip dengan Sistem Siaran Darurat yang lebih tua yang akan mengirimkan peringatan melalui radio dan televisi.

Undang-undang 2015 yang mengesahkan sistem WEA memungkinkan peringatan untuk dikirim hanya pada saat “bencana alam, aksi terorisme, atau bencana buatan manusia lainnya dan juga ancaman terhadap keselamatan publik,” kata kantor berita NBC.

“Jika anda memisahkan hal ini dari politik dan kepribadian individu setiap presiden, maka ini adalah ide bagus dan ini merupakan penggunaan teknologi yang luar biasa dalam rangka menjangkau semua orang jika mereka berada dalam bahaya,” ujar Karen North, direktur program Annenberg Digital Social Media di University of Southern California, seperti dikutip dari NBC.(hh)

Sumber