Sekarang Server Gmail Bisa Ditempatkan di Rumah

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Tidak diragukan lagi bahwa Gmail telah mengubah cara kita menggunakan email. Layanan yang disediakan gratis ini menghadirkan penyimpanan yang kita butuhkan. Tetapi dengan layanan gratis tentu saja ada resiko. Seperti pesan-pesan email bisa dipindai untuk mencari informasi mengenai pengguna. Kasus Google diretas atau secara hukum dipaksa untuk menyerahkan konten, bisa juga terjadi.

Sebuah startup yang berbasis di Seattle, Amerika, bernama Helm meluncurkan layanan yang dirancang untuk memudahkan orang untuk secara aman mengendalikan email dan data pribadi lainnya.

Perusahaan startup itu menyediakan server kecil yang dibuat khusus untuk dihubungkan ke jaringan rumah atau kantor kecil, sehingga pengguna dapat mengirim, menerima, dan mengelola email, kontak serta kalender. Helm juga berencana untuk menawarkan penyimpanan foto dan layanan lainnya nanti.

Dengan kapasitas hard disk 120 GB dan proses pemasangan tiga menit, kemampuan untuk menyimpan gambar disk terenkripsi yang hanya dapat didekripsi oleh pelanggan, Helm mengatakan bahwa layanannya memberikan kemudahan dan keandalan Gmail dan kontak serta layanan kalendernya.

Helm yakin bahwa orang akan bersedia membayar 500 dolar untuk membeli server dan menggunakannya selama satu tahun. Sementara selanjutnya layanan dikenakan biaya 100 dolar per tahun pada tahun berikutnya. Biaya sudah termasuk pendaftaran dan pembaruan otomatis dari domain unik yang dipilih oleh pelanggan dan sertifikat TLS terkait dari Let’s Encrypt.

Layanan ini menggunakan pendekatan terbaik dalam menjembatani kesenjangan antara server di tempat dan penawaran berbasis cloud. Servernya terlihat cukup bergaya dan kecil untuk dimasukkan ke dalam laci atau di atas meja.

Sementara untuk koneksinya, dapat menggunakan Ethernet atau Wi-Fi dan menjalankan semua perangkat lunak yang diperlukan untuk melayani entri email dan kalender ke perangkat yang diotorisasi. Tersedia juga slot ekspansi untuk penambahan kapasitas penyimpanan sebesar lima terabyte.

Fitur-fitur lain yang tersedia:

  • Enkripsi hard disk menyeluruh dan fungsi crypto lainnya untuk memastikan password tidak pernah dimuat ke dalam memori.
  • Dukungan untuk boot aman dan password yang sudah ditanamkan, sehingga perangkat hanya dapat menjalankan atau menginstal pembaruan firmware resmi saja.
  • Firmware hanya berkomunikasi melalui VPN terenkripsi.
  • Sebelum dicadangkan ke cloud, pesan-pesan dienkripsi menggunakan password yang disimpan di server pribadi dan hanya tersedia untuk pengguna akhir.
  • Otentikasi dua faktor yang disebut Helm “keamanan berbasis kedekatan.”

Menurut Giri Sreenivas, salah satu CEO Helm mengatakan bahwa saat ini semakin banyak orang yang mengetahui bahwa apa yang mereka dapatkan dengan gratis sebenarnya tidak gratis. Mereka telah mengatahui bahwa mereka telah menyerahkan data mereka, dan perusahaan-perusahaan seperti Google dan Facebook dan yang lainnya akan mencari tahu apa saja dan semua yang pengguna lakukan, sehingga mereka dapat menghasilkan uang dengan data-data pengguna tersebut.

Prospek kedepannya masih belum terlihat dengan pasti apakah orang akan mau membayar 500 dolar untuk tahun pertama dan 100 dolar per tahun untuk tahun berikutnya. Helm menjamin akan memberikan keandalan dan keamanan yang sama seperti Gmail selama lebih dari satu dekade.

Tetapi perusahaan startup itu yakin bahwa ada orang yang ingin mengendalikan email, kontak, dan kalender mereka sendiri. Setidaknya ini adalah eksperimen yang bagus, sampai suatu saat nanti memungkinkan orang untuk memutuskan ketergantungan mereka pada Gmail.

Sumber