Sepi Peminat, Clubhouse Mulai Alami Penurunan Unduhan

logo huawei

Sebelumnya aplikasi Clubhouse mendadak ramai jadi perbincangan, bahkan aplikasi tersebut mengalami kenaikan unduhan hingga 300 persen dari bulan Januari yang hingga 2,4 juta unduhan.

Aplikasi Clubhouse adalah aplikasi jejaring sosial berbasis audio-chat khusus undangan yang diluncurkan pada tahun 2020 oleh pengembang perangkat lunak Alpha Exploration Co yang hanya tersedia di iOS, sebelumnya.

Aplikasi yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mengadakan acara langsung, kecuali dalam format audio. Anggap saja sebagai podcast langsung ini ide yang hampir sama. Ini telah digunakan oleh banyak orang terkenal di bidang teknologi dan selebriti seperti Mark Zuckerberg dan Elon Musk.

Namun tampaknya setelah beberapa bulan aplikasi tersebut hadir secara eksklusif di perangkat iOS, popularitas Clubhouse perlahan-lahan menyusut. Salah satunya ditandai dengan melambatnya jumlah unduhan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Maret 2021 jumlah unduhan Clubhouse turun menjadi 2,7 juta. Tren itu berlanjut hingga April, di mana jumlah unduhan Clubhouse semakin berkurang drastis, yakni hanya hingga 992.000 unduhan saja secara global.

Seperti data yang dirilis Sensor Tower, disebutkan bahwa unduhan Clubhouse di App Store kini mulai menurun sebesar 66% jika dibandingan dengan bulan Maret lalu yang berjumlah 2,7 juta unduhan.

“Pertumbuhan pengguna di bulan April terlihat mulai berkurang. Namun data tersebut menunjukkan bahwa masih adanya retensi kuat di antara penggunanya,” ucap Sensor Tower dikutip dari Business Insider.

Sensor Tower menyebutkan, pengguna Clubhouse memang masih kuat karena mereka yang sudah mendownload masih menyiman aplikasi tersebut dalam ponselnya.

Perusahaan telah mencoba untuk tetap berinovasi dengan menghadirkan fitur baru seperti layanan monetisasi hingga program yang membantu konten kreator. Sayangnya usaha itu masih belum cukup untuk menghadapi persaingan.
Sementara itu Clubhouse juga harus bersiap mendapatkan saingat berat dari para kompetitor besarnya. Beberapa media sosial mulai memperkenalkan layanan berbasis audio serupa Clubhouse versi mereka. Sebut saja Twitter Spaces, Voice Chat 2.0 milik Telegram, dan Live Audio Rooms milik Facebook.(kl)