Sistem Kecerdasan Buatan ini Mampu Deteksi Penyakit Mata

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Secara perlahan sistem kecerdasan buatan perlahan-lahan mampu belajar bagaimana cara mendiagnosa penyakit seperti dokter manusia. Bisa saja tidak lama lagi sistem kecerdasan buatan akan bekerja di rumah sakit membantu dokter dalam memeriksa pasiennya.

Saat ini para peneliti di London yang berasal dari anak perusahaan DeepMind milik Google, UCL, dan Rumah Sakit Mata Moorfields telah menggunakan sistem pembelajaran mesin untuk mengembangkan perangkat lunak yang dapat mengidentifikasi puluhan jenis penyakit mata dengan menggunakan pemindaian 3D dan kemudian memberikan rekomendasi kepada pasien untuk perawatan lebih lanjut.

Pengembangan perangkat lunak tersebut merupakan hasil kolaborasi antara ketiga institusi tersebut. Untuk sementara ini perangkat lunak tersebut belum siap untuk penggunaan secara klinis dan masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi untuk dapat digunakan di rumah sakit.

Mustafa Suleyman, kepala DeepMind Health, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa proyek itu “sangat menarik” dan pada waktunya nanti akan mengubah cara diagnosis dilakukan dan cara perawatan pasien dengan kondisi penyakitdi seluruh dunia.

Perangkat lunak tersebutb juga telah dijelaskan dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine dan didasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran sistem secara mendalam yang sudah ada. Algoritme yang digunakan untuk mengidentifikasi merupakan pola umum yang sudah tersedia di dalam data.

Tentunya data yang digunakan adalah hasil pemindaian 3D dari mata pasien yang dibuat menggunakan teknik yang dikenal dengan tomografi koherensi optik, atau OCT. Proses untuk melakukan pemindaian membutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan cara memantulkan cahaya inframerah secara dekat pada permukaan bagian dalam mata.

Hasil dari pemindaian akan menghasilkan sebuah gambar 3D dari jaringan, yang merupakan cara yang umumnya digunakan untuk menilai kesehatan mata. OCT scan adalah alat medis yang penting, karena identifikasi dini penyakit mata biasanya sering menyelamatkan pandangan pasien.

Sumber