Steve Wozniak Himbau Untuk Hentikan Gunakan Facebook

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Steve Wozniak mengatakan bahwa ada banyak jenis orang yang mendapatkan manfaat dari Facebook yang menurut mereka sepadan dengan hilangnya privasi mereka. Namun, ia menghimbau agar orang-orang mencari cara untuk menghentikan menggunakan Facebook.

Seperti dilansir dari CNBC, ia juga menyarankan Facebook dan para pesaingnya harus memberikan opsi privasi bagi para penggunanya. Pada bulan April, 2018, Steve Wozniak telah menghapus akun Facebook-nya.

Hal tersebut dilakukannya tiga minggu setelah munculnya skandal Cambridge Analytica pada bulan Maret 2018. Skandal itu mengungkapkan bahwa ada perusahaan swasta yang menggunakan data Facebook untuk membantu memanipulasi pemilihan presiden di Amerika pada tahun 2016.

Sejak kasus itu Facebook telah terlibat dalam banyak pelanggaran lainnya. Facebook sendiri telah mengakui bahwa platformnya digunakan untuk memicu perpecahan dan memicu kekerasan secara offline.

Banyak pengguna Facebook berpikir bahwa mereka memiliki tingkat privasi yang sebenarnya mereka tidak miliki. Mungkin lebih baik para pengguna membayar layanan yang mereka gunakan dengan kepastian bahwa penyedia layanan akan menjaga data mereka lebih aman dan tidak menyerahkannya kepada pihak ketiga.

Para pengguna Facebook telah memberikan setiap detail informasi mengenai kehidupan mereka ke Facebook. Dari informasi yang mereka peroleh Facebook menghasilkan banyak uang dari iklan. Sementara pengguna tidak mendapatkan keuntungan apa pun sebagai imbalannya.

Menurut Steve Wozniak hal tersebut memang tidak bisa dihentikan. Tetapi segala sesuatu tentang para penggunanya. Mereka juga dapat mengukur detak jantung para penggunanya dengan laser sekarang, sehingga mereka dapat mendengarkan pengguna melalui banyak perangkat.

Rekannya di Apple, Tim Cook juga telah menunjuk sebagian besar kelompok teknologi Silicon Valley. Karena akhir-akhir ini tampaknya industri ini menjadi lebih dikenal karena inovasi yang kurang tepat, dimana sebuah institusi atau seseorang dapat menerima keuntungan tanpa harus tanggung jawab.

Bahkan saat ini selalu ada saja ada pelanggaran data, pelanggaran privasi, belum lagi ujaran kebenceian dan berita bohong yang meracuni percakapan dan pikiran para pengguna layanan media sosial.

Facebook telah berusaha untuk memberikan lindungan privasi yang lebih besar bagi para penggunanya. Hal ini, disampaikan oleh Mark Zuckerberg telah menyampaikannya di awal tahun ini, sehingga akan membantu mendorong para pengguna untuk lebih mengendalikan grup dan pesan pribadi.(hh)