Tahun 2016 Penjualan PC dan Notebook Turun Hingga 12 Persen

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Bagi para sejumlah vendor komputer tahun 2016 bukanlah merupakan masa-masa yang menguntungkan. Hal ini disebabkan adanya penurunan dari penjualan PC dan notebook di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Ronaldy Suhendra, Direktur PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) pada Rabu 14 Desember 2016.

“Data yang kami dapat, penurunan pasar PC dan notebook turun mencapai 12%. Penurunan ini lebih pada pasar consumer. Untuk pasar komersial cenderung flat,” jelas Ronaldy seperti dikutip dari detikINET.

Penyebab utama dari adanya penurunan penjualan tersebut dikarenakan kondisi ekonomi di Indonesia pada tahun 2016 kurang begitu baik. Dimana dampaknya membuat kemampuan daya beli dari masyarakat ikut menurun.

Dampaknya tidak hanya pada penjualan PC dan notebook saja, tapi penurunan itu dirasakan juga pada penjualan barang elektronik lainnya.

“Tak hanya produk PC dan notebook, beberapa barang elektronik lainnya pun mengalami penurunan,” ujar Ronaldy.

Walaupun demikian Ronaldy merasa optimis bahwa kondisi akan berubah ditahun mendatang, sehingga akan membantu meningkatkan kembali penjualan PC dan notebook.

“Tahun depan makin banyak perusahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang akan menggunakan PC atau notebook untuk perangkat IoT (Internet of Things), digital transformation, dan cloud,” jelasnya.

Oleh karena itu banyak vendor saat ini lebih cenderung membuat perangkat notebook hybrid untuk dipasarkan. Dimana Menurut Ronaldy pada tahun mendatang fenomena ini akan terus berlanjut.

“Perangkat ini memang sedang booming. Apalagi Intel memberi dukungan lewat prosesor fanless yang bikin perangkat ini makin tipis,” katanya.

Namun, tetap saja penjualan perangkat hybrid tikda bisa menggantinkan perangkat notebook konvesional, karena perangkat hybrid dari sisi harga masih jauh lebih mahal ketimbang notebook konvesional.

“Saat ini dan hingga beberapa tahun ke depan, notebook konvensional masih menjadi pilihan utama masyarakat. Harga perangkat hybrid belum bisa dijual semurah notebook tradisional,” ujar Ronaldy sembari mengakhiri pembicaraan.(hh)