Telkom Siapkan USD 100 Juta Untuk Pencarian Startup

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Asia Tenggara memiliki potensi pertumbuhan yang pesat untuk sebuah startup. Telkom dan Telstra dari Australia bekerjasama untuk mencari startup dengan menyiapkan dana yang cukup besar. Seperti yang dilansir dari detikINET.

Erik Meijer, President Director & CEO Telkomtelstra berpendapat bahwa pihak Telkom dan Telstra setuju dalam mengelola usaha secara bersama, tapi mengenai masalah permodalan masing-masing pihak akan menyiapkannya.

“Ini pakai budget masing-masing. Telstra Ventures dan MDI masing-masing ada budget atau anggaran tahunan untuk invest, tetapi tidak spesifikasi per negara, total saja,” ujar Erik seperti yang diktuip dari detikINET, Sabtu (6/8/2016).

Dalam menjalankan kesepakatan tersebut Telkom telah menunjuk MDI atau Metra Digital Investama yang merupakan anak usaha mereka sebagai pihak yang mewakili mereka. Untuk melakukan pencarian startup di Asia Tenggara, pihak MDI dengan Telstra menandatangani nota kesepahaman untuk bersama-sama melakukan pencarian.

Proses penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktur Innovation & Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo, dari pihak MDI dilakukan oleh Presiden Direktur MDI Nicko Widjaja, sementara dari pihak Telstra dilakukan oleh Cynthia Whelan, Group Executive International & New Businesses.

“MDI budget empat tahun total USD 100 juta, kata Pak Nicko. Sementara Telstra Ventures tidak release budget ke depan, tetapi selama lima tahun belakangan ini sudah investasi sekitar AUD 200 juta,” jelas Erik.

Pada nota kesepahaman tersebut, Telkom dan Telstra akan menyiapkan komite penanaman modal bersama guna mempelajari peluang investasi pada sebuah perusahaan teknologi yang memiliki pertumbuhan tinggi serta berbagi informasi, sumber, dan ide usaha dan teknologi.

Indra melihat bahwa dengan adanya penandatanganan note kesepahaman tersebut akan bisa membuka akses untuk Telkom dalam mempelajari pengalaman dan bisa berhubungan dengan Silicon Valley di Amerika Serikat yang merupakan pusat startuo global, Tiongkok dan juga negara-negara lain.

“Selama dua tahun terakhir kerjasama, Telkom dan Telstra berhasil membangun hubungan yang baik, antara lain membawa aplikasi jaringan dan jasa ke bisnis-bisnis di Indonesia,” kata Indra.

Kerjasama kedua perusahaan telah berkembang menjadi sebuah kolaborasi terutama untuk menjajaki pengembangan bisnis di Asia Tenggara.

Kolaborasi yang telah mereka lakukan sudah tumbuh menjadi bentuk kerjasama yang lebih mengutamakan untuk melihat potensi usaha apa saja yang bisa dikembangkan di Asia Tenggara.

“Telkom Group akan terus berbagi khususnya mengenai praktek bisnis di Indonesia, sementara Telstra membawa pengalamannya yang mumpuni dalam investasi di tingkat global,” imbuhnya

Cynthia Whelan melihat dengan adanya nota kesepahaman akan lebih mempererat kolaborasi dari pihak Telstra dan Telkom Group yang selam ini sudah berjalan dengan baik, serta tentunya akan memberikan peluang kepada Telstra dalam rangka mengembangkan usaha mereka ke Asia Tenggara.