Transformasi digital jadi fokus utama kepengurusan baru MASTEL

logo huawei

PRESS RELEASE MUNAS X MASTEL
“Transformasi digital jadi fokus utama kepengurusan baru MASTEL”
Jakarta, 8 April 2021

JAKARTA–Kepengurusan baru Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) mendukung penuh langkah percepatan transformasi digital yang dicanangkan pemerintah terutama dalam upaya mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Ketua Umum Mastel terpilih Sarwoto Atmosutarno menegaskan sektor telematika saat ini sudah menjadi enabler of livings yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Mastel memposisikan diri sebagai a living enablers yang dinamis, hub bagi seluruh pemangku kepentingan serta ikut aktif menjadi fasilitator percepatan program transformasi digital nasional yang tepat guna.

Keanggotaan MASTEL yang terdiri para praktisi di bidang penyelenggara telekomunikasi seluler, jaringan telekomunikasi, lembaga penyiaran televisi dan radio, fintech, penyelenggara jasa internet, cloud computing, data center, menara telekomunikasi, internet of things, big data, cyber security, serta para intelektual dan organisasi profesi membuat isu transformasi digital menjadi hal tidak terhindarkan.

“Bagi Mastel transformasi digital sudah menjadi menu sehari-hari,” ungkap Sarwoto dalam Munas X Mastel yang digelar virtual pada 8 April 2021.

Sarwoto melanjutkan sejumlah persoalan besar menanti penetrasi digital di Indonesia. Dalam hal infrastruktur misalnya, faktor efektivitas dan efisiensi patut menjadi perhatian utama operator telekomunikasi dalam menggelar investasi jaringan. Dukungan regulasi lewat Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengatur ketentuan infrastructure sharing bisa menjadi kunci penting menyelesaikan persoalan infrastruktur. Di sisi lain, pendapatan data yang rendah juga bisa menjadi sandungan bagi operator telekomunikasi dalam melanjutkan investasi infrastruktur.

“Mastel berpandangan bandwidth internet adalah hak seluruh warga negara sehingga semua pihak wajib berupaya memenuhinya,” tambah sarwoto.

Kendati ada berbagai persoalan mendasar, MASTEL juga melihat sektor telematika menyimpan potensi besar di semua lini. Industri digital terbukti tangguh dalam membantu mengungkit perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19. Sebagai organisasi yang dihuni oleh beragam asosiasi praktisi, asosiasi profesi, dan intelektual di bidang telematika, MASTEL mengutamakan program berskala strategis nasional dalam meningkatkan penetrasi digital.

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate menegaskan pemerintah mendorong transformasi untuk mengejar optimalisasi ekosistem digital. Empat strategis menjadi prioritas utama; infrastruktur, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital.

“Transformasi digital akan membuat kita siap menyambut peluang, mendorong produktivitas, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Menkominfo.

Di sektor infrastruktur, pemerintah mendorong bauran pendanaan melalui investasi swasta, dana universal service obligation (USO), serta APBN murni. Infrastruktur berfungsi penting dalam upaya memperkecil disparitas akses internet di setiap daerah. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong ekosistem digital yang sarat aturan main melalui sejumlah regulasi baik yang sudah ada maupun yang sedang diproses. Apalagi ekosistem digital kini terus berkembang meskipun perekonomian nasional dihantam pandemi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan telematika menjadi salah satu sektor yang berhasil tumbuh positif 10,91% meskipun perekonomian nasional terkontraksi 2,07% akibat pandemi Covid-19. Angka transaksi digital terus meningkat bahkan diprediksi mencapai US$124 miliar pada 2025.

“Pandemi telah mengubah cara kita bekerja dan bertransaksi sehingga menunjukkan peran krusial telekomunikasi yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” Ujar Menko Perekonomian dalam sambutannya di Munas X MASTEL.

Menteri Airlangga berharap MASTEL dapat berperan aktif dalam meningkatkan daya saing dan literasi digital untuk menghasilkan produk yang inovatif. Seluruh pemangku kepentingan perlu melihat dan memanfaatkan peluang digitalisasi sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar tetapi bisa memunculkan pemain-pemain besar yang bisa bersaing di ranah global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif telah menerapkan berbagai pendekatan digital. Salah satunya inisiatif Portamento, teknologi pencatatan blockchain untuk menjawab persoalan hak cipta di industri musik. Tidak hanya itu, industri digital juga menjadi bagian penting pengembangan destinasi wisata di Indonesia.

“Kami berharap Mastel bisa menjadi bagian dari transformasi digital dan berperan sebagai jembatan bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor telematika,” ujarnya.

Menurut Sandiaga, industri pariwisata dan kreatif saat ini sedang terpuruk akibat pandemi. Padahal. ada 34 juta penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya di sektor ini. Ia pun pun berharap Mastel bisa ikut mendorong akselerasi digital secara masif dan terencana.

Dalam Munas X kali ini, MASTEL juga mencanangkan program kerja yang menjadi panduan bagi kepengurusan periode 2021-2024. MASTEL membagi industri telekomunikasi menjadi tiga sektor utama; perangkat, jaringan, dan aplikasi yang hadir dengan berbagai peluang dan tantangannya masing-masing. Selain itu, MASTEL juga fokus pada literasi digital guna menciptakan sumber daya manusia yang andal dan berdaya saing tinggi. Program-program ini sejalan dengan Indonesia Outlook Industry 2021 yang dirilis MASTEL pada Desember 2020 silam, di mana Outlook ini memberikan gambaran komprehensif mengenai 11 tren utama sektor telematika di masa mendatang.

Tentang MASTEL:

Masyarakat Telematika Indonesia atau disingkat MASTEL, merupakan wadah seluruh pemangku kepentingan Industri Digital Indonesia. MASTEL didirikan pada tanggal 1 Desember 1993 melalui Musyawarah Nasional Ke-1. Masa bakti kepengurusan MASTEL adalah 3 (tiga) tahun, yang ditetapkan melalui Musyawarah Nasional. Didirikan pada tanggal 1 Desember 1993 melalui Musyawarah Nasional Ke-1, MASTEL memainkan peran yang sangat strategis sebagaimana tercantum dalam pasal 5 Undang-Undang 36 tahun 1999 yang mengamanatkan kepada Pemerintah agar melibatkan masyarakat dalam penyusunan kebijakan dan regulasi.