Google Laporkan Peningkatan Penggunaan Hangouts Meet

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Dengan adanya wabah pandemi virus korona, membuat sebagian besar orang tinggal di rumah dan beralih ke pekerjaan dari jarak jauh atau pembelajaran dari jarak jauh. Akibatnya, penggunaan Hangouts Meet dan produk Google lainnya mengalami “lonjakan” yang luar biasa di tengah pandemi coronavirus yang saat terjadi.

Seperti dilansir dari situs web 9to5Google.com. CEO Cloud Thomas Kurian menjelaskan bahwa penggunaan Hangouts Meet setiap hari sekarang ini 25 kali lipat dari bulan Januari. Selama beberapa minggu terakhir, pertumbuhannya dari hari demi hari telah melampaui 60 persen.

Hal ini disebabkan karena semakin banyak bisnis yang bergantung pada menghubungkan tenaga kerjanya dari rumah untuk mempertahankan produktivitas. Ia juga mengatakan telah melihat adanya lonjakan dalam penggunaan Google Meet yang merupakan produk konferensi video milik mereka, pada tingkat yang belum pernah kami saksikan sebelumnya.

Diluncurkan pada tahun 2017, Meet adalah solusi konferensi video milik Google untuk perusahaan dan mengharuskan pengguna menggunakan G Suite untuk mengaksesnya. Tidak seperti Hangouts klasik sebelumnya yang dapat diakses oleh siapa saja dan gratis.

Kemudian pada bulan Februari Google membuat sementara fitur premium tersedia untuk semua pelanggan berbayar, termasuk pertemuan dengan hingga 250 peserta, streaming langsung dalam domain ke 100.000 pemirsa, dan kemampuan untuk menyimpan panggilan ke Google Drive.

Google juga terus menegaskan kembali bahwa permintaan ini masih berada dalam batas kemampuan jaringan mereka. Pekan lalu, perusahaan teknologi raksasa tersebut mengatakan sistemnya dibangun untuk dan dapat “menangani beban” lalu lintas terkait coronavirus.

Sementara itu, Google Classroom portal bagi para guru untuk berkomunikasi dengan siswa mereka juga mengalami peningkatan dalam penggunaannya. Salah satu contohnya, Google baru-baru ini meluncurkan layanan kepada 1,3 juta siswa di New York City. Selain itu, sekolah di negara-negara lain juga telah banyak yang menggunakannya untuk memudahkan pembelajaran secara daring.

Dengan adanya pandemi coronavirus sekarang ini, maka telah meningkatkan penggunaan Google Classroom, sehingga total unduhannya menjadi 50 unduhan di Android dan menjadikannya aplikasi pendidikan nomor satu di Android dan iOS.(hh)