Peretas Targetkan Sistem Komputer Rumah Sakit

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Beberapa Rumah sakit di Spanyol dan Republik Ceko telah menjadi sasaran para penjahat dunia maya. Para peretas ini berupaya membobol sistem komputer mereka. Saat ini para petugas layanan kesehatan tengah menghadapi gelombang pasien yang meningkat drastis akibat wabah koronavirus.

Menurut kantor berita Spanyol Murcia Today, pihak kepolisian Spanyol telah memperingatkan rumah sakit melalui email yang berisi informasi mengenai virus yang sangat berbahaya. Pihak kepolisian percaya bahwa seluruh sistem komputer rumah sakit Spanyol berada dalam bahaya.

Apalagi saat ini bangsa tersebut sedang berjuang untuk menahan penyebaran virus COVID-19. Spanyol adalah negara kedua di Eropa yang terkena dampak terburuk dari adanya wabah virus korona. Jumlah kematian yang diakibarkan oleh virus korona telah melampaui 2.000 orang.

Seperti dilansir dari situs web IT Pro, peringatan itu dikirim dua minggu setelah salah satu fasilitas pengujian coronavirus terbesar di Republik Ceko terpaksa membatalkan sementara operasi mereka dan memindahkan para pasien baru ke fasilitas lain karena telah menjadi target penjahat cyber.

Jaroslav Šterba, direktur Rumah Sakit Universitas Brno mengatakan bahwa secara bertahap setiap sistem computer mulai tidak berfungsi, sehingga semua komputer harus dimatikan.

Rumah sakit tidak dapat mengakses database komputernya, sehingga semua informasi harus ditulis dan dikirm secara manual, membuat pekerjaan lebih sulit bagi para tenaga kesehatan yang saat ini tengah menangani pandemi.

Ia juga menjelaskan ada laboratorium, hematologi, mikrobiologi, biokimia, dan laboratorium yang lebih canggih untuk diagnosa tumor, kerja sistem radiologi, tetapi tidak ada kemungkinan mentransfer informasi dari laboratorium ini ke sistem database.

Seperti dilaporkan oleh Healthcare IT News, dalam dua hari setelah serangan siber terjadi yaitu pada tanggal 12-13 Maret, jumlah kasus virus korona yang dikonfirmasi di Czechia meningkat dua kali lipat menjadi 298.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia tidak kebal terhadap serangan siber, karena mereka telah mengungkapkan telah menjadi target upaya peretasan, namun gagal. Upaya serangan siber ini terjadi pada awal Maret, ketika mereka menginformasikan bahwa coronavirus dinyatakan sebagai pandemi.(hh)