Malware Silver Sparrow Targetkan Intel dan M1 Mac

logo huawei

Malware jenis baru telah terdeteksi di hampir 30 ribu Macbook, namun tim peneliti keamanan masih mencoba memahami dengan tepat cara kerja malware tersebut.

Malware ini pertama kali ditemukan oleh para peneliti di Red Canary, sebuah firma operasi keamanan dan menamainya malware Silver Sparrow. Saat ini malware Silver Sparrow telah terdeteksi di 153 negara dengan jumlah kasus yang lebih tinggi di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, dan Prancis.

Dilansir dari situs Sea.mashable, Red Canary menjelaskan bagaimana para tim peneliti mengawasi malware ini sejak 18 Februari 2021. Malware tersebut hadir dengan mekanisme untuk menghapus dirinya sendiri sepenuhnya. Sebuah kemampuan yang biasanya disediakan untuk operasi yang sangat tersembunyi. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda fitur penghancuran diri telah digunakan.

“Baik kami maupun mitra penelitian kami masih belum mengetahui secara pasti bagaimana cara kerja malware ini dan malware ini bisa menghapus jejak yang ditinggalkannya sehingga tujuan akhir aktivitas Silver Sparrow menjadi Misteri,” kata

Meskipun banyak hal yang masih belum jelas tentang Silver Sparrow, para peneliti keamanan dapat memberikan beberapa detail. Ada dua jenis malware yang berbeda yaitu satu dibangun untuk Mac yang didukung Intel, namun juga chipset M1 baru milik Apple.

“Meskipun kami belum mengamati Silver Sparrow mengirimkan muatan berbahaya tambahan, kompatibilitas chip M1 berwawasan ke depan, jangkauan global, tingkat infeksi yang relatif tinggi, dan kematangan operasional menunjukkan Silver Sparrow adalah ancaman yang cukup serius, diposisikan secara unik untuk memberikan dampak yang berpotensi berdampak payload pada saat pemberitahuan,” kata peneliti Red Canary dalam posting blognya.

“Mengingat alasan keprihatinan ini, dengan semangat transparansi, kami ingin segera membagikan semua yang kami ketahui dengan industri infosec yang lebih luas.” Tambahnya.

9to5Mac menyebut bahwa malware lain juga ditemukan pada pertengahan Februari oleh peneliti keamanan dan pendiri Objective-See, Patrick Wardle.(na)