Ternyata Facebook Kumpulkan Data Pengguna Melalui Aplikasi Ini

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sebuah laporan baru dari perusahaan Jerman bernama Mobilsicher, sebuah outlet yang didedikasikan untuk memberikan info seputar keamanan ponsel. Mereka telah merinci beberapa informasi tentang bagaimana aplikasi tertentu berbagi informasi pengguna dengan Facebook.

Perusahan ini menguji aplikasi untuk Android, termasuk Tinder, Grindr, OKCupid dan aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan kesehatan seperti Pregnancy+ dan MigraineBuddy serta aplikasi yang berfokus pada agama seperti Bible+ dan Muslim Pro, ditemukan bahwa informasi data pribadi dikumpulkan juga dari aplikasi tersebut melalui SDK Facebook. Informasi itu dapat mencakup alamat IP, aplikasi yang digunakan, jenis perangkat dan ID Iklan unik pengguna, informasi yang dikirimkan setelah pengguna membuka aplikasi.

Facebook SDK memungkinkan para pengembang untuk mengakses Facebook Analytics dan membiarkan pengguna mereka masuk dengan kredensial Facebook mereka, dan Facebook mengatakan dalam kebijakannya bahwa itu dapat mengumpulkan informasi melalui aplikasi pihak ketiga yang menggunakan SDK dan API-nya.

Mobilsicher mengatakan setidaknya sejumlah pengembang mendapat kesan bahwa informasi yang dikumpulkan Facebook dianonimkan, tetapi meskipun nama-nama pengguna tidak menempel pada data, sebagian besar penggunaan ID Iklan mereka mmperlihatkan bahwa titik diperdebatkan.

Mobilsicher juga mengatakan bahwa selama pengguna masuk ke Facebook di perangkat seluler setidaknya sekali, baik itu melalui browser atau melalui aplikasi Facebook, Facebook dapat menautkan ID Iklan pengguna ke profil pengguna.

Temuan ini menyusul setelah adanya laporan New York Times baru-baru ini yang memerinci seberapa luas Facebook berbagi data pengguna mereka dengan perusahaan seperti Apple, Netflix, dan Spotify. Dimana hal ini pasti akan menambah kekhawatiran privasi yang telah berulang kali dipicu Facebook selama setahun terakhir ini.

Banyak sekali pelanggaran privasi yang dilakukan oleh Facebook pada 2018, termasuk skandal Cambridge Analytica, sebuah bug keamanan yang mempengaruhi jutaan pengguna dan bug Photo API yang memberikan akses aplikasi pihak ketiga ke foto pengguna yang belum diposkan oleh Facebook.

Walaupun hal tersebut mungkin tidak separah masalah Facebook lainnya, temuan Mobilsicher menyoroti, sekali lagi, betapa sedikitnya pengguna kontrol atas informasi data mereka dan apa yang dapat dilakukan oleh Facebook dengan data-data pengguna tersebut.(hh)

Sumber