Wah! Bakal Ada Iklan di WhatsApp

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Setelah bertahun-tahun para pengguna WhatsApp bebas dari gangguan iklan, sepertinya kebebasan itu akan mulai terganggu dengan adanya keputusan WhatsApp untuk menghadirkan iklan di aplikasinya.

WhatsApp CVP Chris Daniels telah mengkonfirmasi bahwa WhatsApp akan memperkenalkan iklan pada aplikasi perpesanan yang popular tersebut. Ia juga menegaskan bahwa iklan akan dijual pada para pengiklan dalam dua cara.

Pertama, WhatsApp akan membebankan biaya kepada pengiklan untuk terhubung dengan pengguna. Pengiklan kemudian akan dapat menemukan layanan pelanggan melalui aplikasi dan mengirimkan pertanyaan atau keluhan kepada pengguna.

Perusahaan akan ditagih untuk membalas pesan dalam beberapa situasi, BBC melaporkan bahwa balasan yang dikirim dengan cepat. Biaya untuk pesan bisa antara £ 0,003 dan £ 0,07 untuk para pengiklan yang memanfaatkan layanan tersebut.

Pesan-pesan antara pelanggan dan para pengiklan masih dienkripsi, tetapi pesan-pesan tersebut mungkin akan disimpan oleh perusahaan yang kita kirimkan pesan, bisa jadi pesan ini disimpandalam bentuk yang tidak terenkripsi. Namun, Facebook dan WhatsApp tidak akan melihat apa yang dibicarakan para pelanggan dengan pihak pengusaha.

Cara kedua adalah dengan mulai menempatkan iklan di bagian “Status” pada aplikasi. Hal ini dirancang untuk menawarkan fungsi yang sama seperti di Instagram Stories, sehingga pengguna dapat membagikan foto dan video ke teman-teman mereka.

Perusahaan-perusahaan akan dapat beriklan di sini, meskipun tidak jelas bentuk apa yang bisa diambil dari iklan tersebut. Iklan yang dipasang dapat berupa teks, atau video pra-putar. Bagaimanapun caranya, cara ini mungkin akan membuat para penggemar sistem Status menjadi marah.

Ketika diluncurkan, WhatsApp ditawarkan sebagai aplikasi berbayar. Pengguna akan membayar biaya di muka untuk mengunduhnya dan perpesanan kemudian gratis. Pada awalnya ini dirancang untuk memperlambat pertumbuhan sehingga perusahaan tidak berkembang terlalu cepat.

Pada tahun 2013, WhatsApp menyediakan aplikasinya secara gratis, tetapi ada tambahan biaya sebesar 1 dolar per tahun untuk menggunakan layanannya. Para pengguna yang telah membayar untuk aplikasi ketika pertama kali diluncurkan, akan dapat terus menggunakannya tanpa dikenakan biaya lagi.

Setelah Facebook membeli WhatsApp pada tahun 2014, pada tahun 2016 WhatsApp mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mengenakan biaya untuk layanan tersebut. Tentunya ini tidak memberikan kepastian bagi perusahaan untuk menghasilkan uang selain dari menjual layanan ke bisnis atau dengan iklan.

Awal tahun ini sempat muncul isu bahwa Facebook akan memonetisasi layanan WhatsApp. Hal ini menyebabkan co-founder berhenti dari perusahaan dan mengajak para pengguna untuk menghapus Facebook dengan tagar #DeleteFacebook. Sepertinya waktu untuk memperkenalkan iklan ini tampaknya akan dimulai pada awal tahun depan.

Sumber